suatu ketika angin itu datang layaknya pangeran mermaid. dia ku rasa tapi tak pernah tersentuh, hanya merasanya tanpa memegang wujudnya. tak lekat dia berdiam didepanku, seorang gadis yang tidak pernah merasa walau dia tahu (merasa). hati yang dingin terus menerus merasuk dalam gadis bodoh itu.
pada antah berantah tempat yang kosong hampa suara berbisik melantunkan alunan kata yang membuat gadis bodoh itu terpacu untuk mendengarkannya. suara berbisik itu berbicara mengenai angin kehidupan yang beraneka ragam. suara itu memberikan kelokkan rahasia kebahagiaan. "pertama kamu masuklah dan berjalan kesana dengan mata tertutup, tuntunlah dengan hatimu jangan kamu membuka mata sebelum kamu merasakan angin yang akan menjadi penuntun mu kelak.
gadis bodoh itu memulai apa yang dibisikkan suara. setelah beberapa langkah gadis itu merasakan angin yang begitu lembut menyentuh kulit dan hatinya, lalu gadis membuka matanya tapi tidak ada apapun. dia hanya menggerenyitkan dahinya, tanpa ia sadari banyak angin yang berlalu lalang menghampirinya dengan berbagai pesona. sang gadis hanya mengingat angin pertamanya, sampai akhirnya tidak pernah lagi bertemu dan lambat laun semakin pudar. entah apa yang terjadi pada bilik sang gadis bodoh itu, ia hanya merasakan dan mencintai angin pertama yang berhasil menyentuh hatinya. gadis mendekati suara dan berkata :" betapa bodohnya aku, mengapa merasa dan membiarkannya lenyap dan tak kembali sebelum mataku terbuka"
itulah cinta~ (*mungkin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar